Kerjaan yang tak lekang oleh waktu adalah belajar
twitter
rss

SELAMAT DATANG DI BLOG TKJT SMK NEGERI 1 PAYUNG

 

Cara Konfigurasi IP Address pada VMware

 

1. Langkah selanjutnya mengkonfigurasi IP dengan perintah 

   # nano /etc/network/interfaces

 

 

2. Akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini. Selanjutnya ketikan IP yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi. Ketikan Perintah :

# The primary network interface

auto eth0

iface eth0 inet static

             Address 192.168.100.1/24             

 Jika sudah selesai mengkonfigurasi IP, Save dengan cara tombol kombinasi CTRL X → Y → Enter

 

 

3. Kemudian restart konfigurasi IP yang telah di setting, dengan pertintah 

    # systemctl restart networking

 

 

 

4. Langkah selanjutnya "Setting Virtual Network Editor". Klik Edit → pilih Virtual Network Editor

 

 

 

5. Akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Kemudian tambahkan Virtual network yang akan digunakan → VMnet1 → Ok

 

 

 

6.  Untuk opsi "Use local DHCP service to distribute IP address to Vms" hilangkan tanda ceklist → Ok

 

 

 

7.  Kemudian "Settings NAT" pada Virtual Machine. Klik VM → Settings

 

 

 

8.  Akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Pilih Network Adapter → "Custome : Specific virtual network" → VMnet1 (Host-only) → (pilih VMnet yang sudah disetting di virtual editor) → OK

 

 

 

9.  Langkah selanjutnya settings IP pada PC Client. Klik kanan ikon PC bagian bawah,  maka akan muncul opsi seperti gambar dibawah ini. Pilih Open Network & Internet settings



 

10. Klik “Change adapter option” 



 

 

11.  Setting VMnet sesuai yang dikonfigurasi kan pada VMware tadi. Pada Virtual Machine saya menggunakan VMnet1

 

 

 

12.  Kemudian, Klik kanan dan pilih Properties 

 

 

13. Selanjutnya akan muncul tampilan sepeti dibawah ini. Pilih “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)”. Lalu masukkan IP se-Range dengan IP yang sudah dibuat kalian buat pada Virtual Machine tadi → jika sudah selesai Klik OK



 

 14. Cek koneksi menggunakan CMD. Untuk membukanya gunakan tombol kombinasi WINDOWS + R lalu ketikan CMD → OK



 

15. Selanjutnya cek IP Address yang kalian dapatkan/IP yang sudah kalian setting tadi, dengan perintah ipconfig. Langkah selanjutnya ping IP server yaitu 192.168.50.2. Jika konfigurasinya berhasil maka akan muncul tampilan TTL





 

 

 

16. Langkah selanjutnya cek IP Address yang sudah kalian setting tadi, dengan perintah ifconfig. Kemudian ping IP client pada Virtual Machine yaitu 192.168.50.5





 

Sekian pembahasan tentang Installasi Debian dan Konfigurasi IP Address pada VMware. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 









Silahkan Perhatikan Penginstallan Debian 10 Menggunakan VMWare di Video diatas

 

Remote Server

Seperti sebutanya, remote server adalah proses kita melakukan pengendalian penuh terhadap suatu server tanpa bersentuhan langsung dengan server tersebut.

Analoginya seperti ini, bayangkan anda punya komputer server yang jauh dari anda berada, atau mungkin anda bertempat tinggal di indonesia dan anda menyewa server di amerika. pertanyaan yang mendasar adalah bagaimana anda bisa mengendalikan server yang jauh dari anda berada tanpa anda harus memegang fisik? Tentu saja ini dijawab dengan teknologi “Remote Server” yang akan kita pelajari disini.

Dengan melakukan “Remote Server” kita dapat berinteraksi bahkan mengambil kendali server kita yang jauh, Ada banyak cara untuk melakukan remote server. tetapi di artikel kali ini kita akan menggunakan layanan SSH untuk melakukan Remote Server.

SSH

SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User dengan Shell untuk remote ke mesin. Tetapi SSH melakukan enkripsi yang aman antara client dan server.

Mudahnya SSH adalah teknologi yang nantinya bisa kita pakai untuk melakukan Remote Server.

Memasang Aplikasi Server

langkah pertama sudah pasti kita akan memasang aplikasi untuk Debian 10 kita, disini Debian 10 kita akan menjadi server dan komputer fisik windows kita akan menjadi client. Jadi kita butuh 2 aplikasi yang berbeda untuk masing masing komputer.

Debian 10 di VirtualBox = Sebagai Server

Komputer Fisik Windows yang kita gunakan untuk menjalankan virtualbox = Sebagai Client

Yang harus diperhatikan adalah, server akan kita pasangi aplikasi agar bisa bertindak sebagai Server yang di remote. Sedangkan Client akan kita pasangi juga aplikasi agar bisa melakukan remote ke server.

Jadi jelas berbeda fungsi nya, artiny akita butuh aplikasi yang berperan sebagai server dan sebagai client.

Yang kita gunakan kali ini adalah aplikasi OpenSSH, OpenSSH menyediakan paket server dan klien. Mari pertama kita install openSSh server ke Debian 10 kita agar dapat menjadi Server Yang Di Remote.

apt-get install openssh-server


Konfigurasi Dasar Server

Setelah memasang aplikasi, tentunya langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi server agar bisa kita sesuaikan dengan apa yang kita mau.

File konfigurasi OpenSSH server berada pada /etc/ssh/sshd_config

nano /etc/ssh/sshd_config


edit file konfigurasi dengan nano



file konfigurasi default

Sebenarnya setelah dipasang, server bisa langsung kita remote tanpa perlu konfigurasi. Tetapi agar lebih aman tentunya kita harus menkonfigurasi dan menyesuaikan keadaan. Sebagai contoh saya akan contohkan bagaiamana cara mengganti port dari ssh ini, karena ssh sendiri memiliki default port pada 21.

Mengganti Port

Cari pengaturan # port lalu hilangkan tanda # dan ganti 22 menjadi port yang kalian kehendaki, sebagai contoh saya akan menggantinya menjadi 5689



sebelum di ganti



setelah menghilangkan tanda # dan mengganti port 22 menjadi 5689

setelah itu simpan dan keluar dari nano dengan ctrl + x lalu “Y” enter.

Ingat Selalu Restart Service!

ingat untuk me restart service setelah melakukan perubahan agar perubahan tersebut dapat di terapkan.

/etc/init.d/ssh restart



Uji Coba Remote Server

untuk melakukan uji coba apakah berhasil, pastikan kalian punya komputer klien yang sudah terhubung dengan komputer server tadi. Disini karena kita pakai VirtualBox kita bisa menghubungkan Debian 10 dengan Komputer fisik kita dengan jaringan Host-only.

Menggunakan Windows

jika anda meremote server dengan windows, maka cukup mudah kita bisa gunakan aplikas saja yang didesain untuk melakukan remote server. Salah satu aplikasi yang terkenal di windows yang bisa melakukan remote server adalah Putty.

Anda bisa mengunduh Putty di :


https://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/latest.html



Sesuaikan IP Address dari server yang akan di remote, dan port yang sudah kalian konfigurasi kan, karena diatas saya mengubah nya menjadi 5689 maka saya tulis juga port nya 5689.

Jika kalian menggunakan VirtualBox untuk menjalankan debian, kalian bisa baca disini untuk mengkoneksikan Debian 10 dengan Komputer Fisik kalian :
Membuat Jaringan Antara PC Host dan PC Fisik di VirtualBox



Jika muncul pesan seperti diatas, klik yes saja untuk melanjutkan.



masuk kesalah satu user yang ada pada server tersebut, dan masukan password. Ingat jangan gunakan user root / superuser. karena akan ditolak.. kenapa? karena default konfigurasinya tidak mengijinkan login langsung menggunakan superuser /root. Jika kalian ingin mengaktifkan login dengan root, maka anda bisa mengaturnya di konfigurasi, cari PermitRootLogin dan beri value yes

Permit Root Login   yes



dan berhasil masuk ke server, sekarang kita bisa menggunakan Putty ini untuk meremote server debian 10 kita.

Menggunakan Linux

kita juga bisa meremote server menggunakan Linux. Sebagai Contoh saya akan coba memakai debian juga sebagai client untuk melakukan remote ke Server.

Untuk meremote, anda harus memasang aplikasi di sisi klien linux :

apt-get install openssh-client



setelah itu ketik berikut untuk melakukan remote :

ssh <nama_user>@<alamat_ip> -p <port>



sebagai contoh diatas saya ingin me remote server dengan almat 192.168.10.1 yang dimana saya masuk sebagai user alfiandwi dan memiliki port 5689.


tekan yes lalu enter, dan masukan password dari user yang kalian masukan tadi.


dan yup, berhasil masuk ke remote server dengan SSH. untuk keluar dari remote server kalian bisa tekan keyboard ctrl + d .

 

 Mengkonfigurasi DNS Menggunakan Debian 10 VMware:

Ø apt-get install bind9 dnsutils

ip -c a

konfigurasi DNS:

1. cd /etc/bind

2. nano /etc/resolv.conf

    search tkj.com

    nameserver 192.168.100.1

    


3. cp db.local db.tkj

4. cp db.127 db.192

5. nano db.tkj

6. nano db.192



7. nano named.conf.local



8. nano named.conf.options



9. systemctl restart bind9

10. nslookup 192.168.100.1

11. nslookup tkj.com



12. systemctl status bind9 service

 Perintah Install Web Server Apache2:

Ø apt-get install apache2

          Jika sudah berhasil menginstall apache2

          silahkan buka browser google chrome atau

          internet explorer, kemudian ketikkan alamat

          ip server virtual.

 

Ø cd /var/www/html lalu enter

Ø rm index.html lalu enter

Ø nano index.html lalu enter

 

<html>

<head>

    <title>SMKN 1 Payung</title>

</head>

<body>

<h1>Selamat Datang di

    Website NAFFAZA</h1>

<p>Website ini berisi

materi dan tutorial di jurusan TKJ</p>

</body>

</html>

Ø Lalu simpan CTRL + X + Y

Ø Lalu cek dengan cara buka browser lalu ketikkan ip address lalu enter

 Langkah-langkah UKK XII TKJ 2023

1.      Buka Aplikasi winbox

2.      Pertama masuk silahkan reset konfigurasi

3.      Masuk lagi ke aplikasi Winbox

4.      Silahkan atur nama-nama ether di interfaces

5.      - Ether 1 untuk internet

-          Ether2 Untuk Server

-          Ether3 Untuk Kabel LAN

-          Ether4 Untuk wifi/hotspot

6.      IP – DHCP Client (Bound)

7.      IP – Address –            (+) Ether2 (10.10. XX.193/30)

(+) Ether3 (10.10.XX.129/26)

(+) Ether4 (10.10.XX.1/25)

8.      IP – DHCP Server – DHCP setup – Ether3 – address to give out (10.10.18.130-   10.10.18.190  

     diganti menjadi(180)) – DNS Server (8.8.8.8 dan 8.8.4.4)

-          DHCP setup – Ether4 – address to give out (10.10.18.2-10.10.18.102  

                           diganti menjadi(102)) – DNS Server (8.8.8.8 dan 8.8.4.4)

9.      IP – FIREWALL – NAT – srcnat – Ether1Internet – Action – Masquarade

10.  IP – Hotspot – Hotspot Setup – DNS server (8.8.8.8 dan 8.8.4.4) + DNS Name (.com,.net,.org)

11.  Queses atau mengatur limit pada  ether3 dan ether4

12.  Jalankan software virtualBox

13.  Install Debian 10 (masukkan ip addres sesuai dengan range 10.10.xx194/30 dan name server address 10.10.xx.194 dan DNS name (nama peserta.net atau .com))sampai selesai install debian 10

14.  Masuk debian 10 langsung cek ip dulu (ip –c a)

15.  Apt-get install bind9 dnsutils

16.  Cek network interfacenya sudah benar belum (nano /etc/network/interfaces)

17.   Kalau sudah benar semua silahkan simpan dengan perintah (CTRL + X + Y)

18.  Lalu restart network dengan perintah (systemctl restart networking) atau /etc/init.d/networking restart

19.  Coba ping gateway 10.10.18.193, ping 8.8.8.8 atau ping google.com

20.  Nano /etc/resolv.conf (search paisal.net , nameserver 10.10.XX.194, nameserver 8.8.8.8 dan 8.8.4.4) lalu ping google, kalau belum berhasil ping google berarti masih ada kendala

21.  Menginstall webserver

-          Apt install apache2 php mariadb-server php-mysql –y

22.  #mysql –u root –p

23.  # CREATE USER ‘Nama user’@’localhost’ IDENTIFIED BY ‘Masukkan password’;

24.  # GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* to ‘Nama user’@’localhost’ identified by ‘Masukkan password’;

25.  flush privileges;

26.  exit;

27.  masuk ke direktori web server

#cd  /var/www/html

# wget https://wordpress.org/latest.tar.gz

#Tar –xvf latest.tar.gz

#chmod –R 777 /var/www/html/wordpress

28.  buka browser cek dengan mengetikkan ip dan jangan lupa setting ip address dikomputer clint yang kita gunakan atau ip addressnya sesuai range (10.10.18.195)

29.  kalau sudah berhasil install wordpress lalu masuk direktori DNS Server

30.  ketik cd untuk keluar dari direktori webserver

31.  masuk ke direktori DNS server # cd /etc/bind

32.  #nano named.conf.default-zones

Rubah kata localhost menjadi nama domain (paisal.net atau musa.com)

Rubah db.local menjadi db.nama peserta (db.paisal atau db.musa)

Rubah ip 127 menjadi xx.10.10

Rubah db.127 menjadi db.10

33.  # cp db.local db.nama peserta (db.paisal atau db.musa)

#cp db.127 db.10

# nano db.paisal

   Rubah semua localhost mejadi nama domain (paisal.net atau musa.com)

# nano db.10

#nslookup paisal.net

#nslookup 10.10.xx.194