RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. IDENTITAS PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK
Mata Pelajaran : Informatika / Teknik Komputer dan Jaringan
Konsentrasi Keahlian : Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT)
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi : Praktik Konfigurasi Remote Server
Alokasi Waktu : 1 kali pertemuan (4 JP × 35 menit = 140 menit)
Pendekatan : Deep Learning / Pembelajaran Mendalam
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Metode : Demonstrasi, diskusi, praktik, troubleshooting, refleksi
B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar:
Memahami konsep jaringan komputer.
Mengenal alamat IP dan konfigurasi jaringan.
Mengoperasikan sistem operasi Linux dasar.
Menggunakan terminal/command line.
Memahami konsep client dan server.
Mengetahui fungsi dasar SSH.
C. PROFIL/KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN
Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan:
Bernalar kritis
Kreatif
Mandiri
Gotong royong
Komunikatif
Bertanggung jawab
Mampu memecahkan masalah
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran selama 140 menit, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan fungsi remote server dan protokol SSH dengan benar.
Mengidentifikasi kebutuhan konfigurasi remote server berdasarkan skenario yang diberikan.
Melakukan konfigurasi layanan SSH pada server Linux.
Melakukan koneksi remote dari komputer client ke server menggunakan SSH.
Melakukan pengujian koneksi dan memastikan layanan remote server berjalan dengan baik.
Mengidentifikasi dan memperbaiki permasalahan sederhana pada konfigurasi remote server.
Mendokumentasikan hasil praktik secara sistematis.
Merefleksikan proses praktik dan menjelaskan alasan di balik setiap langkah konfigurasi.
E. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik memahami bahwa remote server bukan hanya sekadar melakukan koneksi menggunakan SSH, tetapi merupakan salah satu teknologi penting dalam administrasi jaringan yang memungkinkan administrator mengelola server dari jarak jauh secara efisien dan aman.
Peserta didik juga memahami bahwa setiap konfigurasi memiliki alasan, risiko, dan dampak terhadap keamanan serta kinerja server.
F. PERTANYAAN PEMANTIK
Bagaimana seorang administrator mengelola server yang berada di ruangan atau lokasi berbeda tanpa harus datang langsung ke server?
Mengapa administrator jaringan membutuhkan remote server?
Apa yang terjadi jika layanan SSH tidak berjalan?
Mengapa remote server harus dikonfigurasi dengan memperhatikan aspek keamanan?
Jika client tidak dapat melakukan koneksi SSH ke server, bagian mana saja yang perlu diperiksa?
G. MATERI PEMBELAJARAN
1. Konsep Remote Server
Remote server adalah metode untuk mengakses dan mengelola komputer/server dari komputer lain melalui jaringan.
2. SSH
SSH (Secure Shell) merupakan protokol yang digunakan untuk melakukan akses secara remote ke server melalui koneksi yang terenkripsi.
Contoh:
ssh username@alamat_ip_server
3. Komponen Praktik
Server Linux
Komputer client
Jaringan/LAN
Alamat IP server
OpenSSH Server
SSH Client
4. Konfigurasi Dasar SSH
Contoh langkah:
sudo apt update
sudo apt install openssh-server
Memeriksa status layanan:
sudo systemctl status ssh
Menjalankan layanan SSH:
sudo systemctl start ssh
Mengaktifkan SSH agar berjalan otomatis:
sudo systemctl enable ssh
Pengujian dari client:
ssh username@192.168.1.10
Catatan: alamat IP, username, dan konfigurasi disesuaikan dengan lingkungan laboratorium.
5. Troubleshooting Dasar
Kemungkinan masalah:
IP server dan client berbeda jaringan.
Layanan SSH belum berjalan.
Salah username/password.
Port SSH tidak dapat diakses.
Firewall memblokir koneksi.
Salah alamat IP server.
Kabel/jaringan bermasalah.
H. PENDEKATAN DEEP LEARNING
Pembelajaran menggunakan tiga prinsip utama:
1. Mindful Learning
Peserta didik menyadari apa yang sedang dilakukan, mengapa langkah tersebut dilakukan, serta memahami dampak dari setiap konfigurasi.
Contoh:
Sebelum menjalankan perintah konfigurasi, peserta didik diminta menjelaskan fungsi perintah tersebut.
2. Meaningful Learning
Peserta didik menghubungkan praktik dengan situasi nyata administrator jaringan.
Contoh kasus:
Sebuah server berada di ruang server dan administrator harus melakukan konfigurasi tanpa datang langsung ke lokasi server. Bagaimana solusi yang dapat digunakan?
3. Joyful Learning
Pembelajaran dibuat aktif melalui praktik langsung, kerja kelompok, tantangan troubleshooting, dan keberhasilan menghubungkan client dengan server.
I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan: 140 Menit
1. Kegiatan Pendahuluan – 15 Menit
Guru:
Memberikan salam dan melakukan presensi.
Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam menggunakan jaringan komputer.
Menampilkan ilustrasi administrator yang mengelola server dari jarak jauh.
Mengajukan pertanyaan pemantik.
Peserta didik:
Menjawab pertanyaan guru.
Menyampaikan pengetahuan awal.
Mengidentifikasi permasalahan yang muncul dari kasus.
Menyampaikan dugaan solusi.
Unsur Deep Learning:
Mindful Learning
Meaningful Learning
2. Kegiatan Inti – 110 Menit
Tahap A – Memahami Masalah
Alokasi: 15 menit
Guru memberikan skenario:
“Sebuah server Linux berada di ruang server. Administrator harus melakukan pengelolaan server dari komputer client melalui jaringan. Konfigurasikan server agar dapat diakses secara remote dengan aman menggunakan SSH.”
Peserta didik:
Menganalisis permasalahan.
Menentukan kebutuhan.
Menentukan informasi yang diperlukan.
Membuat dugaan langkah penyelesaian.
Pertanyaan analisis:
Apa yang harus tersedia pada server?
Protokol apa yang digunakan?
Bagaimana client mengetahui alamat server?
Bagaimana cara memastikan SSH aktif?
Tahap B – Eksplorasi dan Demonstrasi
Alokasi: 20 menit
Guru mendemonstrasikan:
Mengecek IP server.
Menginstal OpenSSH Server.
Mengecek status SSH.
Menjalankan dan mengaktifkan layanan SSH.
Mengecek konektivitas jaringan.
Melakukan koneksi dari client.
Peserta didik mengamati dan mencatat:
Perintah yang digunakan.
Fungsi setiap perintah.
Hasil yang diharapkan.
Kemungkinan kesalahan.
Prinsip Deep Learning:
Peserta didik tidak hanya meniru perintah, tetapi memahami mengapa perintah tersebut digunakan.
Tahap C – Praktik Konfigurasi
Alokasi: 40 menit
Peserta didik bekerja secara berkelompok.
Setiap kelompok melakukan:
1. Menentukan IP Server
Contoh:
IP Server : 192.168.1.10
IP Client : 192.168.1.20
2. Memastikan konektivitas
ping 192.168.1.10
3. Menginstal SSH Server
sudo apt update
sudo apt install openssh-server
4. Mengecek SSH
sudo systemctl status ssh
5. Mengaktifkan SSH
sudo systemctl enable --now ssh
6. Melakukan koneksi dari client
ssh username@192.168.1.10
7. Menguji akses remote
Peserta didik menjalankan beberapa perintah pada server melalui koneksi remote.
Contoh:
hostname
ip addr
pwd
ls
Guru melakukan observasi dan memberikan bimbingan.
Tahap D – Tantangan Troubleshooting
Alokasi: 20 menit
Guru memberikan salah satu permasalahan kepada setiap kelompok, misalnya:
Kasus 1:
Client tidak dapat melakukan SSH ke server.
Kasus 2:
Layanan SSH dalam kondisi tidak aktif.
Kasus 3:
Client tidak dapat melakukan ping ke server.
Kasus 4:
Username yang digunakan tidak dapat melakukan login.
Peserta didik:
Mengidentifikasi gejala.
Membuat dugaan penyebab.
Melakukan pemeriksaan.
Menentukan solusi.
Menguji kembali konfigurasi.
Tahap ini menekankan kemampuan bernalar kritis dan problem solving.
Tahap E – Presentasi Hasil
Alokasi: 15 menit
Setiap kelompok menyampaikan:
Konfigurasi yang dilakukan.
Hasil koneksi.
Kendala yang ditemukan.
Cara mengatasi kendala.
Hal yang dipelajari.
Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
Unsur Deep Learning:
Peserta didik mengomunikasikan proses berpikir dan bukan hanya menunjukkan hasil akhir.
3. Kegiatan Penutup – 15 Menit
Refleksi Individu
Peserta didik menjawab:
Apa konsep baru yang saya pahami?
Perintah apa yang paling penting dalam konfigurasi SSH?
Mengapa SSH diperlukan dalam administrasi server?
Kesalahan apa yang saya temukan?
Bagaimana cara saya menyelesaikan masalah tersebut?
Apa yang akan saya lakukan berbeda jika melakukan praktik ini kembali?
Guru:
Memberikan penguatan terhadap konsep remote server.
Meluruskan kesalahan pemahaman.
Menyimpulkan materi.
Memberikan umpan balik.
Menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.
Menutup pembelajaran.
J. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik
Dilakukan pada awal pembelajaran melalui pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan server?
Apa fungsi alamat IP?
Apa yang dimaksud dengan SSH?
Pernahkah menggunakan terminal Linux?
2. Asesmen Formatif
Dilakukan selama proses praktik.
Aspek yang dinilai:
| No | Aspek | Indikator |
|---|---|---|
| 1 | Pemahaman konsep | Memahami fungsi remote server dan SSH |
| 2 | Persiapan | Menyiapkan server dan client |
| 3 | Konfigurasi | Melakukan konfigurasi SSH dengan benar |
| 4 | Pengujian | Berhasil melakukan koneksi remote |
| 5 | Troubleshooting | Mampu menemukan penyebab masalah |
| 6 | Kerja sama | Aktif bekerja dalam kelompok |
| 7 | Komunikasi | Mampu menjelaskan hasil praktik |
K. RUBRIK PENILAIAN PRAKTIK
| Skor | Kriteria |
|---|---|
| 4 | Mampu melakukan konfigurasi secara mandiri, tepat, dan mampu menjelaskan alasan setiap langkah |
| 3 | Mampu melakukan konfigurasi dengan sedikit bantuan |
| 2 | Mampu melakukan sebagian konfigurasi tetapi masih membutuhkan banyak bantuan |
| 1 | Belum mampu melakukan konfigurasi dan belum memahami langkah kerja |
Nilai Praktik
Nilai = (Jumlah skor diperoleh / Skor maksimal) × 100
L. ASESMEN HASIL
Peserta didik dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu:
Menjelaskan fungsi SSH.
Mengonfigurasi SSH Server.
Mengaktifkan layanan SSH.
Melakukan koneksi dari client ke server.
Melakukan pengujian remote.
Menyelesaikan minimal satu permasalahan troubleshooting.
M. DIFERENSIASI PEMBELAJARAN
Peserta didik yang membutuhkan bantuan
Guru memberikan:
Panduan langkah konfigurasi.
Contoh perintah.
Pendampingan langsung.
Pasangan/kelompok belajar.
Peserta didik yang sudah mahir
Diberikan tantangan tambahan:
Mengubah konfigurasi port SSH pada lingkungan lab.
Menganalisis log SSH.
Menguji koneksi menggunakan port tertentu.
Membuat dokumentasi konfigurasi.
Menjelaskan aspek keamanan konfigurasi SSH.
N. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media
Komputer/laptop
Server Linux atau Virtual Machine
Jaringan LAN
Switch
Kabel jaringan
Terminal Linux
Proyektor
Sumber Belajar
Modul administrasi server
Dokumentasi Linux/OpenSSH
Materi jaringan komputer
Lingkungan praktik/laboratorium jaringan
O. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Praktik Konfigurasi Remote Server
Identitas Kelompok
Nama Kelompok: ........................................
Anggota: ..................................................
Kelas: ......................................................
Skenario
Anda berperan sebagai administrator jaringan. Sebuah server Linux harus dapat dikelola dari komputer client melalui jaringan. Lakukan konfigurasi remote server menggunakan SSH dan pastikan client dapat terhubung ke server.
Tugas
1. Catat konfigurasi jaringan
IP Server:
............................................................
IP Client:
............................................................
2. Pastikan konektivitas
Perintah:
ping [IP_SERVER]
Hasil:
............................................................
3. Instal SSH Server
Perintah:
sudo apt install openssh-server
4. Periksa layanan SSH
sudo systemctl status ssh
Status:
............................................................
5. Aktifkan SSH
sudo systemctl enable --now ssh
6. Lakukan koneksi remote
ssh username@IP_SERVER
Hasil:
............................................................
7. Uji akses
Jalankan:
hostname
pwd
ls
ip addr
Catat hasil:
............................................................
Troubleshooting
Masalah yang ditemukan:
............................................................
Dugaan penyebab:
............................................................
Solusi:
............................................................
Hasil setelah diperbaiki:
............................................................
P. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Berikan jawaban secara jujur:
1. Saya memahami konsep remote server:
☐ Sangat memahami
☐ Memahami
☐ Cukup memahami
☐ Belum memahami
2. Saya mampu melakukan konfigurasi SSH:
☐ Mandiri
☐ Dengan sedikit bantuan
☐ Dengan banyak bantuan
☐ Belum mampu
3. Hal paling penting yang saya pelajari hari ini:
....................................................................
4. Kesulitan yang saya alami:
....................................................................
5. Cara saya mengatasi kesulitan tersebut:
....................................................................
Q. REFLEKSI GURU
Apakah peserta didik mampu memahami konsep remote server?
Apakah peserta didik mampu menghubungkan client dengan server?
Bagian konfigurasi apa yang paling banyak mengalami kendala?
Apakah pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning telah terlihat?
Peserta didik mana yang membutuhkan pengayaan/remedial?
Perbaikan apa yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya?
R. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Peserta didik yang telah mencapai kompetensi diberikan tugas:
Melakukan analisis keamanan konfigurasi SSH dan membuat rekomendasi konfigurasi remote server yang lebih aman.
Remedial
Peserta didik yang belum mencapai kompetensi diberikan:
Pengulangan konsep IP dan SSH.
Demonstrasi ulang konfigurasi.
Praktik dengan lembar panduan.
Pendampingan secara bertahap.
Pengujian ulang koneksi SSH.
S. KESIMPULAN PEMBELAJARAN
Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pendekatan Deep Learning, peserta didik tidak hanya mengetahui cara melakukan konfigurasi remote server, tetapi juga memahami alasan setiap konfigurasi dilakukan, hubungan konfigurasi dengan kebutuhan administrator jaringan, serta cara menganalisis dan menyelesaikan masalah yang muncul.
Dengan demikian, pembelajaran diharapkan menghasilkan peserta didik yang mampu menerapkan pengetahuan secara nyata, berpikir kritis, bekerja sama, dan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.
Mengetahui,
Kepala Sekolah
....................................
Guru Mata Pelajaran
....................................
Tanggal: ....................................









