Kerjaan yang tak lekang oleh waktu adalah belajar
twitter
rss

SELAMAT DATANG DI BLOG TKJT SMK NEGERI 1 PAYUNG

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan          : SMK
Mata Pelajaran               : Informatika / Teknik Komputer dan Jaringan
Konsentrasi Keahlian    : Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT)
Kelas/Semester               : XI / Ganjil
Materi                              : Praktik Konfigurasi Remote Server
Alokasi Waktu                : 1 kali pertemuan (4 JP × 35 menit = 140 menit)
Pendekatan                     : Deep Learning / Pembelajaran Mendalam
Model Pembelajaran     : Problem Based Learning (PBL)
Metode                            : Demonstrasi, diskusi, praktik, troubleshooting, refleksi


B. KOMPETENSI AWAL

Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar:

  1. Memahami konsep jaringan komputer.

  2. Mengenal alamat IP dan konfigurasi jaringan.

  3. Mengoperasikan sistem operasi Linux dasar.

  4. Menggunakan terminal/command line.

  5. Memahami konsep client dan server.

  6. Mengetahui fungsi dasar SSH.


C. PROFIL/KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan:

  • Bernalar kritis

  • Kreatif

  • Mandiri

  • Gotong royong

  • Komunikatif

  • Bertanggung jawab

  • Mampu memecahkan masalah


D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran selama 140 menit, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi remote server dan protokol SSH dengan benar.

  2. Mengidentifikasi kebutuhan konfigurasi remote server berdasarkan skenario yang diberikan.

  3. Melakukan konfigurasi layanan SSH pada server Linux.

  4. Melakukan koneksi remote dari komputer client ke server menggunakan SSH.

  5. Melakukan pengujian koneksi dan memastikan layanan remote server berjalan dengan baik.

  6. Mengidentifikasi dan memperbaiki permasalahan sederhana pada konfigurasi remote server.

  7. Mendokumentasikan hasil praktik secara sistematis.

  8. Merefleksikan proses praktik dan menjelaskan alasan di balik setiap langkah konfigurasi.


E. PEMAHAMAN BERMAKNA

Peserta didik memahami bahwa remote server bukan hanya sekadar melakukan koneksi menggunakan SSH, tetapi merupakan salah satu teknologi penting dalam administrasi jaringan yang memungkinkan administrator mengelola server dari jarak jauh secara efisien dan aman.

Peserta didik juga memahami bahwa setiap konfigurasi memiliki alasan, risiko, dan dampak terhadap keamanan serta kinerja server.


F. PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana seorang administrator mengelola server yang berada di ruangan atau lokasi berbeda tanpa harus datang langsung ke server?

  2. Mengapa administrator jaringan membutuhkan remote server?

  3. Apa yang terjadi jika layanan SSH tidak berjalan?

  4. Mengapa remote server harus dikonfigurasi dengan memperhatikan aspek keamanan?

  5. Jika client tidak dapat melakukan koneksi SSH ke server, bagian mana saja yang perlu diperiksa?


G. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep Remote Server

Remote server adalah metode untuk mengakses dan mengelola komputer/server dari komputer lain melalui jaringan.

2. SSH

SSH (Secure Shell) merupakan protokol yang digunakan untuk melakukan akses secara remote ke server melalui koneksi yang terenkripsi.

Contoh:

ssh username@alamat_ip_server

3. Komponen Praktik

  • Server Linux

  • Komputer client

  • Jaringan/LAN

  • Alamat IP server

  • OpenSSH Server

  • SSH Client

4. Konfigurasi Dasar SSH

Contoh langkah:

sudo apt update
sudo apt install openssh-server

Memeriksa status layanan:

sudo systemctl status ssh

Menjalankan layanan SSH:

sudo systemctl start ssh

Mengaktifkan SSH agar berjalan otomatis:

sudo systemctl enable ssh

Pengujian dari client:

ssh username@192.168.1.10

Catatan: alamat IP, username, dan konfigurasi disesuaikan dengan lingkungan laboratorium.

5. Troubleshooting Dasar

Kemungkinan masalah:

  • IP server dan client berbeda jaringan.

  • Layanan SSH belum berjalan.

  • Salah username/password.

  • Port SSH tidak dapat diakses.

  • Firewall memblokir koneksi.

  • Salah alamat IP server.

  • Kabel/jaringan bermasalah.


H. PENDEKATAN DEEP LEARNING

Pembelajaran menggunakan tiga prinsip utama:

1. Mindful Learning

Peserta didik menyadari apa yang sedang dilakukan, mengapa langkah tersebut dilakukan, serta memahami dampak dari setiap konfigurasi.

Contoh:

Sebelum menjalankan perintah konfigurasi, peserta didik diminta menjelaskan fungsi perintah tersebut.

2. Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan praktik dengan situasi nyata administrator jaringan.

Contoh kasus:

Sebuah server berada di ruang server dan administrator harus melakukan konfigurasi tanpa datang langsung ke lokasi server. Bagaimana solusi yang dapat digunakan?

3. Joyful Learning

Pembelajaran dibuat aktif melalui praktik langsung, kerja kelompok, tantangan troubleshooting, dan keberhasilan menghubungkan client dengan server.


I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan: 140 Menit

1. Kegiatan Pendahuluan – 15 Menit

Guru:

  1. Memberikan salam dan melakukan presensi.

  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

  3. Mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam menggunakan jaringan komputer.

  4. Menampilkan ilustrasi administrator yang mengelola server dari jarak jauh.

  5. Mengajukan pertanyaan pemantik.

Peserta didik:

  1. Menjawab pertanyaan guru.

  2. Menyampaikan pengetahuan awal.

  3. Mengidentifikasi permasalahan yang muncul dari kasus.

  4. Menyampaikan dugaan solusi.

Unsur Deep Learning:

  • Mindful Learning

  • Meaningful Learning


2. Kegiatan Inti – 110 Menit

Tahap A – Memahami Masalah

Alokasi: 15 menit

Guru memberikan skenario:

“Sebuah server Linux berada di ruang server. Administrator harus melakukan pengelolaan server dari komputer client melalui jaringan. Konfigurasikan server agar dapat diakses secara remote dengan aman menggunakan SSH.”

Peserta didik:

  • Menganalisis permasalahan.

  • Menentukan kebutuhan.

  • Menentukan informasi yang diperlukan.

  • Membuat dugaan langkah penyelesaian.

Pertanyaan analisis:

  • Apa yang harus tersedia pada server?

  • Protokol apa yang digunakan?

  • Bagaimana client mengetahui alamat server?

  • Bagaimana cara memastikan SSH aktif?


Tahap B – Eksplorasi dan Demonstrasi

Alokasi: 20 menit

Guru mendemonstrasikan:

  1. Mengecek IP server.

  2. Menginstal OpenSSH Server.

  3. Mengecek status SSH.

  4. Menjalankan dan mengaktifkan layanan SSH.

  5. Mengecek konektivitas jaringan.

  6. Melakukan koneksi dari client.

Peserta didik mengamati dan mencatat:

  • Perintah yang digunakan.

  • Fungsi setiap perintah.

  • Hasil yang diharapkan.

  • Kemungkinan kesalahan.

Prinsip Deep Learning:

Peserta didik tidak hanya meniru perintah, tetapi memahami mengapa perintah tersebut digunakan.


Tahap C – Praktik Konfigurasi

Alokasi: 40 menit

Peserta didik bekerja secara berkelompok.

Setiap kelompok melakukan:

1. Menentukan IP Server

Contoh:

IP Server : 192.168.1.10
IP Client : 192.168.1.20

2. Memastikan konektivitas

ping 192.168.1.10

3. Menginstal SSH Server

sudo apt update
sudo apt install openssh-server

4. Mengecek SSH

sudo systemctl status ssh

5. Mengaktifkan SSH

sudo systemctl enable --now ssh

6. Melakukan koneksi dari client

ssh username@192.168.1.10

7. Menguji akses remote

Peserta didik menjalankan beberapa perintah pada server melalui koneksi remote.

Contoh:

hostname
ip addr
pwd
ls

Guru melakukan observasi dan memberikan bimbingan.


Tahap D – Tantangan Troubleshooting

Alokasi: 20 menit

Guru memberikan salah satu permasalahan kepada setiap kelompok, misalnya:

Kasus 1:

Client tidak dapat melakukan SSH ke server.

Kasus 2:

Layanan SSH dalam kondisi tidak aktif.

Kasus 3:

Client tidak dapat melakukan ping ke server.

Kasus 4:

Username yang digunakan tidak dapat melakukan login.

Peserta didik:

  1. Mengidentifikasi gejala.

  2. Membuat dugaan penyebab.

  3. Melakukan pemeriksaan.

  4. Menentukan solusi.

  5. Menguji kembali konfigurasi.

Tahap ini menekankan kemampuan bernalar kritis dan problem solving.


Tahap E – Presentasi Hasil

Alokasi: 15 menit

Setiap kelompok menyampaikan:

  • Konfigurasi yang dilakukan.

  • Hasil koneksi.

  • Kendala yang ditemukan.

  • Cara mengatasi kendala.

  • Hal yang dipelajari.

Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Unsur Deep Learning:

Peserta didik mengomunikasikan proses berpikir dan bukan hanya menunjukkan hasil akhir.


3. Kegiatan Penutup – 15 Menit

Refleksi Individu

Peserta didik menjawab:

  1. Apa konsep baru yang saya pahami?

  2. Perintah apa yang paling penting dalam konfigurasi SSH?

  3. Mengapa SSH diperlukan dalam administrasi server?

  4. Kesalahan apa yang saya temukan?

  5. Bagaimana cara saya menyelesaikan masalah tersebut?

  6. Apa yang akan saya lakukan berbeda jika melakukan praktik ini kembali?

Guru:

  1. Memberikan penguatan terhadap konsep remote server.

  2. Meluruskan kesalahan pemahaman.

  3. Menyimpulkan materi.

  4. Memberikan umpan balik.

  5. Menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.

  6. Menutup pembelajaran.


J. ASESMEN

1. Asesmen Diagnostik

Dilakukan pada awal pembelajaran melalui pertanyaan:

  • Apa yang dimaksud dengan server?

  • Apa fungsi alamat IP?

  • Apa yang dimaksud dengan SSH?

  • Pernahkah menggunakan terminal Linux?


2. Asesmen Formatif

Dilakukan selama proses praktik.

Aspek yang dinilai:

NoAspekIndikator
1Pemahaman konsepMemahami fungsi remote server dan SSH
2PersiapanMenyiapkan server dan client
3KonfigurasiMelakukan konfigurasi SSH dengan benar
4PengujianBerhasil melakukan koneksi remote
5TroubleshootingMampu menemukan penyebab masalah
6Kerja samaAktif bekerja dalam kelompok
7KomunikasiMampu menjelaskan hasil praktik

K. RUBRIK PENILAIAN PRAKTIK

SkorKriteria
4Mampu melakukan konfigurasi secara mandiri, tepat, dan mampu menjelaskan alasan setiap langkah
3Mampu melakukan konfigurasi dengan sedikit bantuan
2Mampu melakukan sebagian konfigurasi tetapi masih membutuhkan banyak bantuan
1Belum mampu melakukan konfigurasi dan belum memahami langkah kerja

Nilai Praktik

Nilai = (Jumlah skor diperoleh / Skor maksimal) × 100


L. ASESMEN HASIL

Peserta didik dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu:

  1. Menjelaskan fungsi SSH.

  2. Mengonfigurasi SSH Server.

  3. Mengaktifkan layanan SSH.

  4. Melakukan koneksi dari client ke server.

  5. Melakukan pengujian remote.

  6. Menyelesaikan minimal satu permasalahan troubleshooting.


M. DIFERENSIASI PEMBELAJARAN

Peserta didik yang membutuhkan bantuan

Guru memberikan:

  • Panduan langkah konfigurasi.

  • Contoh perintah.

  • Pendampingan langsung.

  • Pasangan/kelompok belajar.

Peserta didik yang sudah mahir

Diberikan tantangan tambahan:

  • Mengubah konfigurasi port SSH pada lingkungan lab.

  • Menganalisis log SSH.

  • Menguji koneksi menggunakan port tertentu.

  • Membuat dokumentasi konfigurasi.

  • Menjelaskan aspek keamanan konfigurasi SSH.


N. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media

  • Komputer/laptop

  • Server Linux atau Virtual Machine

  • Jaringan LAN

  • Switch

  • Kabel jaringan

  • Terminal Linux

  • Proyektor

Sumber Belajar

  • Modul administrasi server

  • Dokumentasi Linux/OpenSSH

  • Materi jaringan komputer

  • Lingkungan praktik/laboratorium jaringan


O. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Praktik Konfigurasi Remote Server

Identitas Kelompok

Nama Kelompok: ........................................
Anggota: ..................................................
Kelas: ......................................................

Skenario

Anda berperan sebagai administrator jaringan. Sebuah server Linux harus dapat dikelola dari komputer client melalui jaringan. Lakukan konfigurasi remote server menggunakan SSH dan pastikan client dapat terhubung ke server.

Tugas

1. Catat konfigurasi jaringan

IP Server:

............................................................

IP Client:

............................................................

2. Pastikan konektivitas

Perintah:

ping [IP_SERVER]

Hasil:

............................................................

3. Instal SSH Server

Perintah:

sudo apt install openssh-server

4. Periksa layanan SSH

sudo systemctl status ssh

Status:

............................................................

5. Aktifkan SSH

sudo systemctl enable --now ssh

6. Lakukan koneksi remote

ssh username@IP_SERVER

Hasil:

............................................................

7. Uji akses

Jalankan:

hostname
pwd
ls
ip addr

Catat hasil:

............................................................

Troubleshooting

Masalah yang ditemukan:

............................................................

Dugaan penyebab:

............................................................

Solusi:

............................................................

Hasil setelah diperbaiki:

............................................................


P. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Berikan jawaban secara jujur:

1. Saya memahami konsep remote server:
☐ Sangat memahami
☐ Memahami
☐ Cukup memahami
☐ Belum memahami

2. Saya mampu melakukan konfigurasi SSH:
☐ Mandiri
☐ Dengan sedikit bantuan
☐ Dengan banyak bantuan
☐ Belum mampu

3. Hal paling penting yang saya pelajari hari ini:

....................................................................

4. Kesulitan yang saya alami:

....................................................................

5. Cara saya mengatasi kesulitan tersebut:

....................................................................


Q. REFLEKSI GURU

  1. Apakah peserta didik mampu memahami konsep remote server?

  2. Apakah peserta didik mampu menghubungkan client dengan server?

  3. Bagian konfigurasi apa yang paling banyak mengalami kendala?

  4. Apakah pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning telah terlihat?

  5. Peserta didik mana yang membutuhkan pengayaan/remedial?

  6. Perbaikan apa yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya?


R. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

Peserta didik yang telah mencapai kompetensi diberikan tugas:

Melakukan analisis keamanan konfigurasi SSH dan membuat rekomendasi konfigurasi remote server yang lebih aman.

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kompetensi diberikan:

  • Pengulangan konsep IP dan SSH.

  • Demonstrasi ulang konfigurasi.

  • Praktik dengan lembar panduan.

  • Pendampingan secara bertahap.

  • Pengujian ulang koneksi SSH.


S. KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pendekatan Deep Learning, peserta didik tidak hanya mengetahui cara melakukan konfigurasi remote server, tetapi juga memahami alasan setiap konfigurasi dilakukan, hubungan konfigurasi dengan kebutuhan administrator jaringan, serta cara menganalisis dan menyelesaikan masalah yang muncul.

Dengan demikian, pembelajaran diharapkan menghasilkan peserta didik yang mampu menerapkan pengetahuan secara nyata, berpikir kritis, bekerja sama, dan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.


Mengetahui,

Kepala Sekolah
....................................

Guru Mata Pelajaran
....................................

Tanggal: ....................................

 Soal 1

Sebuah sekolah ingin membuat website e-learning yang dapat diakses oleh 500 siswa secara bersamaan. Mereka awalnya menggunakan shared hosting, tetapi sering mengalami down saat jam sibuk.

Pertanyaan:
Analisis masalah yang terjadi dan tentukan solusi terbaik antara tetap menggunakan shared hosting, beralih ke VPS, atau dedicated server. Jelaskan alasanmu!

Soal 2

Seorang siswa mengelola website pribadi menggunakan VPS, tetapi tidak bisa mengakses websitenya setelah melakukan konfigurasi firewall.

Pertanyaan:
Evaluasi kemungkinan penyebab masalah tersebut dan langkah-langkah perbaikannya!

Soal 3

Bandingkan penggunaan shared hosting dan VPS dalam konteks keamanan dan kontrol sistem!

Pertanyaan:
Mengapa VPS lebih unggul dalam beberapa kasus? Jelaskan dengan analisis!

Soal 4

Sebuah perusahaan startup ingin memilih layanan hosting. Mereka memiliki tim IT yang cukup kompeten dan membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Pertanyaan:
Rekomendasikan jenis hosting yang tepat dan jelaskan pertimbangan teknisnya!

Soal 5

Jelaskan bagaimana VPS bekerja dibandingkan dengan dedicated server dari sisi virtualisasi!

Soal 6

Sebuah website toko online mengalami peningkatan pengunjung secara drastis saat promo besar (flash sale). Website sering lambat bahkan tidak bisa diakses.

Pertanyaan:
Analisis solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan performa. Apakah cukup menggunakan VPS biasa, upgrade spesifikasi, atau menggunakan layanan lain? Jelaskan alasanmu!

 

 Link  : https://www.youtube.com/watch?v=-Bu1b1YheHc


Shared hosting adalah layanan web hosting di mana satu server fisik digunakan bersama oleh banyak situs web, sehingga biaya sewa menjadi sangat terjangkau. Ini cocok untuk pemula, blog pribadi, dan bisnis kecil dengan trafik rendah. Sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan dibagi antar pengguna.
Karakteristik Utama Shared Hosting:
  • Biaya Rendah: Pilihan paling ekonomis karena biaya operasional dibagi dengan pengguna lain.
  • Manajemen Mudah: Server dikelola sepenuhnya oleh penyedia (provider), sehingga pengguna tidak butuh skill teknis tinggi.
  • Analogi:
     Seperti tinggal di apartemen atau rumah kos, di mana Anda berbagi fasilitas umum (listrik, air) dengan tetangga.
  • Kinerja Terpengaruh: Jika satu website menggunakan resource berlebihan, performa website lain di server yang sama dapat melambat.
Contoh Penggunaan Shared Hosting:
  • Blog Pribadi: Situs berbasis WordPress dengan lalu lintas ringan hingga menengah.
  • Situs Website Bisnis Kecil/UMKM: Website profil perusahaan (company profile) yang belum memerlukan performa berat.
  • Portofolio Online: Website untuk menampilkan portofolio fotografi, desain, atau tulisan.
  • Website Belajar/Development: Tempat pemula belajar coding atau mengatur server pertama kali.
Sinonim/Istilah Terkait:

 

 

RPP PRAKTIKUM WEBMIN – KELAS XI TKJT

Kurikulum                 : Pembelajaran Mendalam (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu           : 4 JP (dapat disesuaikan)
Mata Pelajaran          : Administrasi Sistem Jaringan
Topik                           : Instalasi, Konfigurasi, dan Manajemen Server Menggunakan Webmin


A. Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar kritis: menganalisis cara kerja Webmin dalam mengelola server.
  • Kreatif: mampu memecahkan masalah konfigurasi server melalui antarmuka Webmin.
  • Gotong royong: bekerja sama dalam pasangan/kelompok kecil saat troubleshooting.

B. Capaian Pembelajaran (CP) – Fase F

Peserta didik mampu:

  1. Menerapkan instalasi, konfigurasi, dan pengujian layanan server.
  2. Menggunakan panel kontrol (Webmin) untuk administrasi server.
  3. Mengidentifikasi masalah konfigurasi dan memperbaikinya menggunakan antarmuka Webmin.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan fungsi Webmin sebagai tool manajemen server berbasis web.
  2. Menginstal Webmin pada server Debian/Ubuntu.
  3. Mengakses Webmin melalui browser dan melakukan login administrator.
  4. Mengelola layanan dasar server (user, package, jaringan, service) melalui Webmin.
  5. Melakukan konfigurasi sederhana (contoh: hostname, user, service, SSH, firewall).
  6. Melakukan pengujian dan dokumentasi hasil konfigurasi.

D. Materi Pembelajaran

  1. Pengertian dan fungsi Webmin
  2. Persiapan server untuk instalasi Webmin
  3. Instalasi Webmin melalui:
    • Repository resmi
    • Paket .deb
  4. Akses Webmin (port 10000, protokol HTTPS)
  5. Modul-modul utama Webmin:
    • System (User, Service, Bootup, Hostname, Logs)
    • Networking (Network configuration, FirewallD/UFW)
    • Server (SSH Server, Apache/Nginx, DNS Bind bila tersedia)
  6. Pengujian hasil konfigurasi
  7. Dokumentasi konfigurasi

E. Metode Pembelajaran

  • Project-based learning
  • Discovery learning
  • Demonstrasi dan praktik langsung
  • Diskusi dan troubleshooting berpasangan

F. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan (10–15 menit)

  • Guru membuka kelas dan melakukan apersepsi:
    “Bagaimana cara Anda mengelola server tanpa baris perintah?”
  • Menjelaskan tujuan praktikum Webmin.
  • Menyampaikan alur kegiatan dan alat yang digunakan.

2. Kegiatan Inti (70–120 menit)

a. Eksplorasi

  • Peserta didik mengamati demo guru tentang Webmin: fungsi, fitur, antarmuka.
  • Diskusi mengenai manfaat Webmin dalam administrasi jaringan.

b. Elaborasi / Praktikum
Peserta didik melakukan:

  1. Instalasi Webmin
    • Update repository
    • Instal dependensi
    • Instal Webmin melalui repo atau file .deb
  2. Akses Webmin
    • Membuka browser → https://IP_SERVER:10000
    • Login sebagai root/sudo user
  3. Konfigurasi Webmin
    • Mengubah hostname
    • Membuat user baru
    • Mengelola service (start/stop/restart)
    • Mengelola firewall (allow port 10000)
  4. Pengujian
    • Cek hasil perubahan pada server
    • Screenshot hasil konfigurasi
  5. Dokumentasi
    • Menyusun laporan praktikum sesuai format LKPD

c. Konfirmasi

  • Guru membantu troubleshooting jika server tidak bisa diakses.
  • Tanya jawab mengenai kesulitan yang dialami.

3. Penutup (10–15 menit)

  • Refleksi oleh peserta didik tentang kesulitan dan manfaat Webmin.
  • Guru memberikan rangkuman fungsi utama Webmin.
  • Menyampaikan tindak lanjut: konfigurasi layanan server melalui Webmin pada pertemuan berikutnya.

G. Media dan Alat

  • Laptop peserta didik
  • Server Debian/Ubuntu (fisik/VM)
  • Browser: Chrome/Firefox
  • Jaringan LAN/WiFi
  • Modul/LKPD praktikum Webmin

H. Sumber Belajar

  • Dokumentasi Webmin (webmin.com/docs)
  • Modul Administrasi Sistem Jaringan
  • Tutorial Webmin resmi

I. Penilaian

1. Penilaian Sikap

  • Kerja sama
  • Disiplin
  • Tanggung jawab

2. Penilaian Pengetahuan

Contoh soal:

  1. Jelaskan fungsi Webmin dalam administrasi server!
  2. Mengapa Webmin menggunakan port 10000 dengan protokol HTTPS?
  3. Sebutkan minimal 3 modul utama pada Webmin!

3. Penilaian Keterampilan (Rubrik Praktikum)

Aspek

Indikator

Skor 1–4

Instalasi

Webmin terinstal tanpa error

1–4

Akses

Dapat login Webmin

1–4

Konfigurasi

Melakukan minimal 3 konfigurasi (user, hostname, service)

1–4

Dokumentasi

Laporan lengkap, jelas, ada screenshot

1–4


J. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Singkat

Judul: Praktikum Instalasi & Konfigurasi Webmin
Tugas:

  1. Instal Webmin pada server Anda.
  2. Akses Webmin melalui browser.
  3. Ubah hostname server.
  4. Tambahkan 1 user baru.
  5. Lakukan restart service SSH melalui Webmin.
  6. Dokumentasikan hasil (screenshot).

Pertanyaan Reflektif:

  • Bagaimana Webmin membantu pekerjaan administrator jaringan?
  • Apa kelebihan dan kekurangannya dibanding CLI?


Link untuk instalasi webmin :

https://www.youtube.com/watch?v=Hc2hYRafjJs

1. Install debian 12
2. apt-get install curl
3. curl -o setup-repos.sh https://raw.githubusercontent.com/webmin/webmin/master/setup-repos.sh
4. sh setup-repos.sh
5. apt-get install webmin
6. buka browser ketik alamat ip 192.168.100.1:10000

 

 

 

Pembahasan Soal Ukk Tkjt 2024/2025 Paket 2:

1. Lakukan Koneksi

2. Periksa Terlebih Dahulu Routernya Apakah Sudah Di Konfigurasi Jika Sudah Lakukan Reset

2. Identity

3. Pemberian Password Pada Router

4. Tutup Aplikasi

5. Lalu Login Menggunakan Password Yang Baru Kita Buat

6. Memasang Switch Lalu Colokkan Kabel Dari Router A Ether1 Ke Switch

                                       Dari Router B Ether1 Ke Switch

                                       Dari Komputer Server Ke Switch

                                       Dari Hub (Internet) Ke Switch

Jaringan local LAN

7. Memasukkan Ip Address Untuk Router A : (192.200+no.absen.10.1/24) dan

                                                        Router B : (192.168.200+ no.absen.20.1/24

8. Aktifkan Internetnya (ip-dhcp-Client) Sampai Bound Utnuk Ruoter A Dan B



Figure 1Router A



Figure 2 Router B

9. Aktifkan firewall nya Router A maupun Router B biar bisa akses internet




Jaringan Local Nirkabel (WLAN)

9. Lalu Konfigurasi Wlan Di Router B (ip-dhcp Server- DHCP SETUP Dns 8.8.8.8-  Times:08:00:00)

10. Aktifkan Wireless Lalu Dchcp-Setup-Wlan (Wireless-Ap-Bridg- 

Ssid (UKK + No.Absen + Nama Peserta)

Lakukan Konfigurasi Router

a.       Dynamic Routing (Router A ke B)

b.      Static Routing (Router B ke Internet)

11  Routing OSPF (Network Tambahkan Ip Network Dari Ip Addres)



12. Web Proxy




           

14. Firewall


 

15. Pengujian LAN

- lakukan pengujian dengan mencolokkan kabel LAN di router A ether2 ke client

- masukkan ip addres sesuai dengan rang ip router A ether2 (192.200+no.abesen.10.2)

16. Pengujian WLAN

            - Konekkan ke wireless baik itu di computer atau di HP (Ce ip address nya apakah sudah sesuai dengan Rang ip wirelessnya)