Kerjaan yang tak lekang oleh waktu adalah belajar
twitter
rss

SELAMAT DATANG DI BLOG TKJT SMK NEGERI 1 PAYUNG

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan          : SMK
Mata Pelajaran               : Informatika / Teknik Komputer dan Jaringan
Konsentrasi Keahlian    : Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT)
Kelas/Semester               : XI / Ganjil
Materi                              : Praktik Konfigurasi Remote Server
Alokasi Waktu                : 1 kali pertemuan (4 JP × 35 menit = 140 menit)
Pendekatan                     : Deep Learning / Pembelajaran Mendalam
Model Pembelajaran     : Problem Based Learning (PBL)
Metode                            : Demonstrasi, diskusi, praktik, troubleshooting, refleksi


B. KOMPETENSI AWAL

Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar:

  1. Memahami konsep jaringan komputer.

  2. Mengenal alamat IP dan konfigurasi jaringan.

  3. Mengoperasikan sistem operasi Linux dasar.

  4. Menggunakan terminal/command line.

  5. Memahami konsep client dan server.

  6. Mengetahui fungsi dasar SSH.


C. PROFIL/KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan:

  • Bernalar kritis

  • Kreatif

  • Mandiri

  • Gotong royong

  • Komunikatif

  • Bertanggung jawab

  • Mampu memecahkan masalah


D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran selama 140 menit, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi remote server dan protokol SSH dengan benar.

  2. Mengidentifikasi kebutuhan konfigurasi remote server berdasarkan skenario yang diberikan.

  3. Melakukan konfigurasi layanan SSH pada server Linux.

  4. Melakukan koneksi remote dari komputer client ke server menggunakan SSH.

  5. Melakukan pengujian koneksi dan memastikan layanan remote server berjalan dengan baik.

  6. Mengidentifikasi dan memperbaiki permasalahan sederhana pada konfigurasi remote server.

  7. Mendokumentasikan hasil praktik secara sistematis.

  8. Merefleksikan proses praktik dan menjelaskan alasan di balik setiap langkah konfigurasi.


E. PEMAHAMAN BERMAKNA

Peserta didik memahami bahwa remote server bukan hanya sekadar melakukan koneksi menggunakan SSH, tetapi merupakan salah satu teknologi penting dalam administrasi jaringan yang memungkinkan administrator mengelola server dari jarak jauh secara efisien dan aman.

Peserta didik juga memahami bahwa setiap konfigurasi memiliki alasan, risiko, dan dampak terhadap keamanan serta kinerja server.


F. PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana seorang administrator mengelola server yang berada di ruangan atau lokasi berbeda tanpa harus datang langsung ke server?

  2. Mengapa administrator jaringan membutuhkan remote server?

  3. Apa yang terjadi jika layanan SSH tidak berjalan?

  4. Mengapa remote server harus dikonfigurasi dengan memperhatikan aspek keamanan?

  5. Jika client tidak dapat melakukan koneksi SSH ke server, bagian mana saja yang perlu diperiksa?


G. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep Remote Server

Remote server adalah metode untuk mengakses dan mengelola komputer/server dari komputer lain melalui jaringan.

2. SSH

SSH (Secure Shell) merupakan protokol yang digunakan untuk melakukan akses secara remote ke server melalui koneksi yang terenkripsi.

Contoh:

ssh username@alamat_ip_server

3. Komponen Praktik

  • Server Linux

  • Komputer client

  • Jaringan/LAN

  • Alamat IP server

  • OpenSSH Server

  • SSH Client

4. Konfigurasi Dasar SSH

Contoh langkah:

sudo apt update
sudo apt install openssh-server

Memeriksa status layanan:

sudo systemctl status ssh

Menjalankan layanan SSH:

sudo systemctl start ssh

Mengaktifkan SSH agar berjalan otomatis:

sudo systemctl enable ssh

Pengujian dari client:

ssh username@192.168.1.10

Catatan: alamat IP, username, dan konfigurasi disesuaikan dengan lingkungan laboratorium.

5. Troubleshooting Dasar

Kemungkinan masalah:

  • IP server dan client berbeda jaringan.

  • Layanan SSH belum berjalan.

  • Salah username/password.

  • Port SSH tidak dapat diakses.

  • Firewall memblokir koneksi.

  • Salah alamat IP server.

  • Kabel/jaringan bermasalah.


H. PENDEKATAN DEEP LEARNING

Pembelajaran menggunakan tiga prinsip utama:

1. Mindful Learning

Peserta didik menyadari apa yang sedang dilakukan, mengapa langkah tersebut dilakukan, serta memahami dampak dari setiap konfigurasi.

Contoh:

Sebelum menjalankan perintah konfigurasi, peserta didik diminta menjelaskan fungsi perintah tersebut.

2. Meaningful Learning

Peserta didik menghubungkan praktik dengan situasi nyata administrator jaringan.

Contoh kasus:

Sebuah server berada di ruang server dan administrator harus melakukan konfigurasi tanpa datang langsung ke lokasi server. Bagaimana solusi yang dapat digunakan?

3. Joyful Learning

Pembelajaran dibuat aktif melalui praktik langsung, kerja kelompok, tantangan troubleshooting, dan keberhasilan menghubungkan client dengan server.


I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan: 140 Menit

1. Kegiatan Pendahuluan – 15 Menit

Guru:

  1. Memberikan salam dan melakukan presensi.

  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

  3. Mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam menggunakan jaringan komputer.

  4. Menampilkan ilustrasi administrator yang mengelola server dari jarak jauh.

  5. Mengajukan pertanyaan pemantik.

Peserta didik:

  1. Menjawab pertanyaan guru.

  2. Menyampaikan pengetahuan awal.

  3. Mengidentifikasi permasalahan yang muncul dari kasus.

  4. Menyampaikan dugaan solusi.

Unsur Deep Learning:

  • Mindful Learning

  • Meaningful Learning


2. Kegiatan Inti – 110 Menit

Tahap A – Memahami Masalah

Alokasi: 15 menit

Guru memberikan skenario:

“Sebuah server Linux berada di ruang server. Administrator harus melakukan pengelolaan server dari komputer client melalui jaringan. Konfigurasikan server agar dapat diakses secara remote dengan aman menggunakan SSH.”

Peserta didik:

  • Menganalisis permasalahan.

  • Menentukan kebutuhan.

  • Menentukan informasi yang diperlukan.

  • Membuat dugaan langkah penyelesaian.

Pertanyaan analisis:

  • Apa yang harus tersedia pada server?

  • Protokol apa yang digunakan?

  • Bagaimana client mengetahui alamat server?

  • Bagaimana cara memastikan SSH aktif?


Tahap B – Eksplorasi dan Demonstrasi

Alokasi: 20 menit

Guru mendemonstrasikan:

  1. Mengecek IP server.

  2. Menginstal OpenSSH Server.

  3. Mengecek status SSH.

  4. Menjalankan dan mengaktifkan layanan SSH.

  5. Mengecek konektivitas jaringan.

  6. Melakukan koneksi dari client.

Peserta didik mengamati dan mencatat:

  • Perintah yang digunakan.

  • Fungsi setiap perintah.

  • Hasil yang diharapkan.

  • Kemungkinan kesalahan.

Prinsip Deep Learning:

Peserta didik tidak hanya meniru perintah, tetapi memahami mengapa perintah tersebut digunakan.


Tahap C – Praktik Konfigurasi

Alokasi: 40 menit

Peserta didik bekerja secara berkelompok.

Setiap kelompok melakukan:

1. Menentukan IP Server

Contoh:

IP Server : 192.168.1.10
IP Client : 192.168.1.20

2. Memastikan konektivitas

ping 192.168.1.10

3. Menginstal SSH Server

sudo apt update
sudo apt install openssh-server

4. Mengecek SSH

sudo systemctl status ssh

5. Mengaktifkan SSH

sudo systemctl enable --now ssh

6. Melakukan koneksi dari client

ssh username@192.168.1.10

7. Menguji akses remote

Peserta didik menjalankan beberapa perintah pada server melalui koneksi remote.

Contoh:

hostname
ip addr
pwd
ls

Guru melakukan observasi dan memberikan bimbingan.


Tahap D – Tantangan Troubleshooting

Alokasi: 20 menit

Guru memberikan salah satu permasalahan kepada setiap kelompok, misalnya:

Kasus 1:

Client tidak dapat melakukan SSH ke server.

Kasus 2:

Layanan SSH dalam kondisi tidak aktif.

Kasus 3:

Client tidak dapat melakukan ping ke server.

Kasus 4:

Username yang digunakan tidak dapat melakukan login.

Peserta didik:

  1. Mengidentifikasi gejala.

  2. Membuat dugaan penyebab.

  3. Melakukan pemeriksaan.

  4. Menentukan solusi.

  5. Menguji kembali konfigurasi.

Tahap ini menekankan kemampuan bernalar kritis dan problem solving.


Tahap E – Presentasi Hasil

Alokasi: 15 menit

Setiap kelompok menyampaikan:

  • Konfigurasi yang dilakukan.

  • Hasil koneksi.

  • Kendala yang ditemukan.

  • Cara mengatasi kendala.

  • Hal yang dipelajari.

Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Unsur Deep Learning:

Peserta didik mengomunikasikan proses berpikir dan bukan hanya menunjukkan hasil akhir.


3. Kegiatan Penutup – 15 Menit

Refleksi Individu

Peserta didik menjawab:

  1. Apa konsep baru yang saya pahami?

  2. Perintah apa yang paling penting dalam konfigurasi SSH?

  3. Mengapa SSH diperlukan dalam administrasi server?

  4. Kesalahan apa yang saya temukan?

  5. Bagaimana cara saya menyelesaikan masalah tersebut?

  6. Apa yang akan saya lakukan berbeda jika melakukan praktik ini kembali?

Guru:

  1. Memberikan penguatan terhadap konsep remote server.

  2. Meluruskan kesalahan pemahaman.

  3. Menyimpulkan materi.

  4. Memberikan umpan balik.

  5. Menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya.

  6. Menutup pembelajaran.


J. ASESMEN

1. Asesmen Diagnostik

Dilakukan pada awal pembelajaran melalui pertanyaan:

  • Apa yang dimaksud dengan server?

  • Apa fungsi alamat IP?

  • Apa yang dimaksud dengan SSH?

  • Pernahkah menggunakan terminal Linux?


2. Asesmen Formatif

Dilakukan selama proses praktik.

Aspek yang dinilai:

NoAspekIndikator
1Pemahaman konsepMemahami fungsi remote server dan SSH
2PersiapanMenyiapkan server dan client
3KonfigurasiMelakukan konfigurasi SSH dengan benar
4PengujianBerhasil melakukan koneksi remote
5TroubleshootingMampu menemukan penyebab masalah
6Kerja samaAktif bekerja dalam kelompok
7KomunikasiMampu menjelaskan hasil praktik

K. RUBRIK PENILAIAN PRAKTIK

SkorKriteria
4Mampu melakukan konfigurasi secara mandiri, tepat, dan mampu menjelaskan alasan setiap langkah
3Mampu melakukan konfigurasi dengan sedikit bantuan
2Mampu melakukan sebagian konfigurasi tetapi masih membutuhkan banyak bantuan
1Belum mampu melakukan konfigurasi dan belum memahami langkah kerja

Nilai Praktik

Nilai = (Jumlah skor diperoleh / Skor maksimal) × 100


L. ASESMEN HASIL

Peserta didik dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu:

  1. Menjelaskan fungsi SSH.

  2. Mengonfigurasi SSH Server.

  3. Mengaktifkan layanan SSH.

  4. Melakukan koneksi dari client ke server.

  5. Melakukan pengujian remote.

  6. Menyelesaikan minimal satu permasalahan troubleshooting.


M. DIFERENSIASI PEMBELAJARAN

Peserta didik yang membutuhkan bantuan

Guru memberikan:

  • Panduan langkah konfigurasi.

  • Contoh perintah.

  • Pendampingan langsung.

  • Pasangan/kelompok belajar.

Peserta didik yang sudah mahir

Diberikan tantangan tambahan:

  • Mengubah konfigurasi port SSH pada lingkungan lab.

  • Menganalisis log SSH.

  • Menguji koneksi menggunakan port tertentu.

  • Membuat dokumentasi konfigurasi.

  • Menjelaskan aspek keamanan konfigurasi SSH.


N. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media

  • Komputer/laptop

  • Server Linux atau Virtual Machine

  • Jaringan LAN

  • Switch

  • Kabel jaringan

  • Terminal Linux

  • Proyektor

Sumber Belajar

  • Modul administrasi server

  • Dokumentasi Linux/OpenSSH

  • Materi jaringan komputer

  • Lingkungan praktik/laboratorium jaringan


O. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Praktik Konfigurasi Remote Server

Identitas Kelompok

Nama Kelompok: ........................................
Anggota: ..................................................
Kelas: ......................................................

Skenario

Anda berperan sebagai administrator jaringan. Sebuah server Linux harus dapat dikelola dari komputer client melalui jaringan. Lakukan konfigurasi remote server menggunakan SSH dan pastikan client dapat terhubung ke server.

Tugas

1. Catat konfigurasi jaringan

IP Server:

............................................................

IP Client:

............................................................

2. Pastikan konektivitas

Perintah:

ping [IP_SERVER]

Hasil:

............................................................

3. Instal SSH Server

Perintah:

sudo apt install openssh-server

4. Periksa layanan SSH

sudo systemctl status ssh

Status:

............................................................

5. Aktifkan SSH

sudo systemctl enable --now ssh

6. Lakukan koneksi remote

ssh username@IP_SERVER

Hasil:

............................................................

7. Uji akses

Jalankan:

hostname
pwd
ls
ip addr

Catat hasil:

............................................................

Troubleshooting

Masalah yang ditemukan:

............................................................

Dugaan penyebab:

............................................................

Solusi:

............................................................

Hasil setelah diperbaiki:

............................................................


P. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Berikan jawaban secara jujur:

1. Saya memahami konsep remote server:
☐ Sangat memahami
☐ Memahami
☐ Cukup memahami
☐ Belum memahami

2. Saya mampu melakukan konfigurasi SSH:
☐ Mandiri
☐ Dengan sedikit bantuan
☐ Dengan banyak bantuan
☐ Belum mampu

3. Hal paling penting yang saya pelajari hari ini:

....................................................................

4. Kesulitan yang saya alami:

....................................................................

5. Cara saya mengatasi kesulitan tersebut:

....................................................................


Q. REFLEKSI GURU

  1. Apakah peserta didik mampu memahami konsep remote server?

  2. Apakah peserta didik mampu menghubungkan client dengan server?

  3. Bagian konfigurasi apa yang paling banyak mengalami kendala?

  4. Apakah pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning telah terlihat?

  5. Peserta didik mana yang membutuhkan pengayaan/remedial?

  6. Perbaikan apa yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya?


R. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

Peserta didik yang telah mencapai kompetensi diberikan tugas:

Melakukan analisis keamanan konfigurasi SSH dan membuat rekomendasi konfigurasi remote server yang lebih aman.

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kompetensi diberikan:

  • Pengulangan konsep IP dan SSH.

  • Demonstrasi ulang konfigurasi.

  • Praktik dengan lembar panduan.

  • Pendampingan secara bertahap.

  • Pengujian ulang koneksi SSH.


S. KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pendekatan Deep Learning, peserta didik tidak hanya mengetahui cara melakukan konfigurasi remote server, tetapi juga memahami alasan setiap konfigurasi dilakukan, hubungan konfigurasi dengan kebutuhan administrator jaringan, serta cara menganalisis dan menyelesaikan masalah yang muncul.

Dengan demikian, pembelajaran diharapkan menghasilkan peserta didik yang mampu menerapkan pengetahuan secara nyata, berpikir kritis, bekerja sama, dan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.


Mengetahui,

Kepala Sekolah
....................................

Guru Mata Pelajaran
....................................

Tanggal: ....................................